22 April 2020 13:32:34
Ditulis oleh admin

Ruang Isolali Untuk Pencegahan dan penanganan Covid-19 Desa Sumber

 

www.sumber-merakurak.desa.id - Di Desa Sumber Kecamatan Merakurak mulai hari ini (17/4), tersedia Ruang Isolasi Covid-19 . Ruangan ini disediakan untuk Lawan Covid-19 bukan ruang perawatan pasien Covid-19. Ruang isolasi ini merupakan tempat singgah sementara bagi warga (pemudik/tamu/pendatang dari luar desa) dari zona merah yang akan tinggal dalam waktu yang relatif lama di desa kunjungan. yang Lokasinya memanfaatkan gedung Sekolah PAUD.  

Pemerintahan Desa Sumber membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Relawan Desa yang melibatkan berbagai pihak baik Pemerintah Desa, BPD, Bidan Desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW dan unsur terkait lainnya. Tugas Relawan Desa Lawan Covid-19 yaitu penanganan terhadap warga desa yang terdampak Covid-19 dengan langkah-langkah preventif termasuk menyiapkan Ruang Isolasi di Desa bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP).

"Setiap tamu yang berkunjung singkat ke Desa Sumber jangan dipaksa diisolasi 14 hari. Mereka cukup didata dan dipantau serta diminta untuk melakukan pembatasan diri," terang Suntoro selaku kepala Desa Sumber.

"Relawan Desa Lawan Covid-19 dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyediakan ruang isolasi bagi ODP. Misalnya fasilitas umum yang direkomendasikan Pemdes dan Puskesmas setempat," tegasnya.

Kendati demikian, kata Suntoro, keberadaan ruang isolasi harus dilengkapi sejumlah fasilitas yang memenuhi standar protokoler kesehatan.

"Misalnya Alat Pelindung Diri (APD) dan penglengkapan protokoler penanganan awal lainnya," paparnya.

Pentingnya fasilitas rumah (ruang) isolasi desa ini yaitu jika diketahui ada ODP di desa setempat kemudian dikarantina di rumahnya masing-masing perlu pertimbangan khusus bagi keluarga yang tinggal serumah.

"Sebenarnya kami (Suntoro) kasihan dengan kondisi keluarga ODP yang tinggal dalam satu rumah. Apalagi proses isolasinya dalam satu rumah dengan ODP. Dalam masa karantina (isolasi) mereka akan dipantau bidan desa sesuai protokol Covid-19 selama 14 hari dengan status ODP, bukan PDP. Kalau selama 14 hari tidak ada gejala ke arah positif Covid-19 maka ODP bisa langsung pulang ke rumah masing-masing," jelasnya.

Akan tetapi, jika selama dalam pantauan di rumah atau ruang isolasi ODP terdapat gejala-gejala terpapar Covid-19 seperti pilek, flu, batuk, demam, suhu badan tidak stabil dan lainnya, maka akan ada tindakan medis lanjutan. Yakni tenaga medis terlatih seperti Bidan Desa bersama relawan secepatnya merekomendasi  ODP untuk dites kesehatan lebih mendalam ke Rumah Sakit Rujukan (RSR). Dikawatirkan menularkan virus kepada penghuni ruang (rumah isolasi) maupun petugas (relawan) yang kontak dengan ODP itu.

"Untuk biaya operasional Ruang Isolasi dianggarkan dalam APBDes. Selama masa karantina (isolasi) keluarga ODP bisa mengirim makanan ransum setiap hari. Tapi kalau keluarga ODP termasuk Rumah Tangga Miskin (RTM) maka dapat dibantu dari APBDes (Dana Desa)," pungkasnya.  (Tonisbr)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus